Senin, 28 Maret 2011

CORROSION ENGINEERING FOR NON CORROSION ENGINEERS

CORROSION ENGINEERING FOR NON CORROSION ENGINEERS
Hotel Grand Seriti Bandung |  8 – 12 August 2011| Rp 7.950.000/person




TRAINING DESCRIPTION :




  • Hazardous materials, which are often referred to as chemical hazards, exist in one form or another in nearly all workplaces. There is potential exposure to hazardous chemicals in any industrial and production activity. The Basic Chemical Safety Course focuses on recognition and identification of chemical hazards, its potential acute and chronic health effects in exposed employees, and the risk of fire and explosion.

  • It provides a basic but thorough review of sources of hazardous chemicals, its characteristics, devastating mechanism, and the method by which it can be controlled. Active participation is encouraged through case studies, examples, and an open discussion format.


 


TRAINING HIGHLIGHTS :




  • What hazardous materials are, and how chemicals exist in mining and the workplace.

  • Characteristics of common industrial hazardous materials.

  • Fire, explosion, dust explosion and the basic of chemistry.

  • Chemical access routes to the body, target systems, and the basic of toxicology.

  • Factors that affect chemical injury or illness.

  • Overview of MSDS.

  • Chemical hazards control and prevention methods.

  • Protection method and equipment.


 


TRAINING MATERIAL OUTLINE :




  1. Historical response to workplace hazards.

  2. Hazard classification and categories of workplace hazards.

  3. Primary hazards associated with flammable and combustible materials.

  4. Type of material, nature, and state of chemical hazards.

  5. Solid, liquid and gas that capable of causing health hazards.

  6. Dusts, particulates, mists, fumes, fibers, solvents, vapors, and toxic gases.

  7. Acute and chronic health effects.

  8. Repeated exposure and specific body systems damage.

  9. Hazard Communication Program.

  10. Basic information contained in the MSDS.

  11. Evaluating and controlling the risk of chemical exposures.

  12. Understanding exposure limits.

  13. Permissible Exposure Limit and Threshold Limit Value

  14. Lower and Upper Explosive/Flammable Limit

  15. Suggestions to reduce the chances of a chemical injury or illness

  16. Chemical hazards control, prevention methods, and direct read equipment.

  17. Protection methods and personal protection equipment.


 


THIS TRAINING IS DESIGNED FOR :




  1. Workers potentially exposed to hazardous chemicals, and those who responsible for safety in the workplace

  2. Anyone who needs to recognize chemical hazards in the workplace and understand its devastating potential, especially as it relates to his or her area of responsibility, in any industrial, mining and production activity.

  3. Technician, field operator, driller, dumper, plant operator, office staff, electrician, welder, machine operator.

  4. Tank cleaners and pipeline operators.

  5. Anyone who involves in chemicals handling and purchasing.

  6. Other beginners who interested in.


 


PREREQUISITES :


None. No previous training in Hazops is required. However, to gain the most from this course, a basic understanding of science, physics and chemistry will be helpful.


 


INSTRUKTUR TRAINING


Dr. Hilman Ahmad and Team
Hilman Ahmad, PhD., an Independent Consultant in industrial oil and gas, member of the Society of Indonesian Petroleum Engineers, who manage the Industrial Oil & Gas Education Center for Professionals and has been practicing production operation & safety and corrosion control engineering in Indonesia for more than twenty-five years. He post-graduated from Tokyo Institute of technology (sponsored by UNESCO) in 1977. He joined in-field-practice program at Nippon Kokan Steel Company & Research Center Kawasaki, Japan for production facility design & construction and corrosion prevention & control in 1983, and collaborated with Cormon Industrial Research Center Brighton UK for on-line corrosion monitoring development in 2000.He has been delivering consultative course in production operation, maintenance & safety and corrosion control for personnel from Oil & Gas Company and Petrochemical Industry since 1979.


 


VENUE :


Hotel Grand Seriti  Bandung


 


TRAINING DURATION :


5 days


 


TRAINING TIME :




  1. 8 – 12 August 2011


 


INVESTATION PRICE/PERSON :
1.    Rp 7.950.000/person (full fare)  or
2.    Rp 7.750.000/person (early bird, 1 week payment before training) or
3.    Rp 7.500.000/person (if there are 3 persons or more from the same company)


 


FACILITIES FOR PARTICIPANTS:




  1. Training Module

  2. Flash Disk contains training material

  3. Certificate

  4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint

  5. T-Shirt

  6. Bag

  7. Training Photo

  8. Training room with full AC facilities and multimedia

  9. Lunch and twice coffeebreak everyday of training

  10. Qualified instructor

  11. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training (if minimal number of participants from one company is 4 persons)


 


 


Minggu, 27 Maret 2011

Marketing Strategy & Planning

Marketing Strategy & Planning


Pusdiklat BULOG Lt 5, Jakarta  | 11 - 12 April 2011| Rp. 2.750.000,-
Pusdiklat BULOG Lt 5, Jakarta  |02 - 03 Mei 2011| Rp. 2.750.000,-

 


Trainer:R. Chandra





PENGANTAR


Setelah perusahaan menetapkan sasaran pemasarannya (marketing objectives), maka proses yang selanjutnya dilaksanakan adalah merumuskan dan menyusun Marketing Strategy & Planning (Strategi dan Perencanaan Pemasaran). Marketing Strategy adalah suatu cara atau metode yang digunakan untuk mencapai sasaran pemasaran tersebut. Marketing Plan adalah serangkaian aktifitas yang perlu dijalankan yang merupakan implementasi dari Marketing Strategy dalam rangka pencapaian sasaran pemasaran.


Secara umum Marketing Strategy menyangkut 4 segi yakni, Market Penetration (penetrasi pasar), Market Development (pengembangan pasar), Product Development (pengembangan produk), dan Diversification (diversifikasi produk/pasar).


Hasil perumusan dalam Marketing Strategy merupakan output bagi penyusunan Marketing Plan. Dalam Marketing Plan berbagai program dan aktifitas pemasaran direncanakan, dirancang dan diterapkan.


Marketing Strategy & Planning dapat dikatakan merupakan jantung dari keseluruhan aktifitas pemasaran, sehingga seseorang tak dapat dikatakan sebagai pemasar yang handal apabila ia tidak menguasainya dengan baik.




Tujuan



Memberikan pengetahuan dan ketrampilan praktis bagi para peserta agar mampu menganalisa, merumuskan dan merancang Marketing Strategy dan Marketing Plan yang applicable (layak diterapkan).





Metodologi


Ceramah, diskusi, simulasi/skill practice (40% konsep, 60% praktek).




Silabus




  • Marketing Strategy dan Kaitannya Dengan Marketing Objectives

  • Market Penetration Strategy

  • Market Development Strategy

  • Product Development Strategy

  • Diversification Strategy

  • Marketing Mix dan Kaitannya Dengan Marketing Plan

  • Berbagai Program/Aktifitas Pemasaran

  • Prosedur Perumusan Marketing Strategy & Marketing Plan

  • Latihan Ketrampilan













FACILITATOR


R. Chandra


R. Chandra telah berkarir di bidang Consumer Behavior dan Marketing Research  sejak tahun 1986 baik sebagai dosen, praktisi marketing maupun sebagai konsultan. R. Chandra memulai karirnya sebagai Dosen di Fakultas Psychology UI dengan mata kuliah Consumer Behavior, Marketing Reaserch. Pada saat itu,dan banyak sekali research consumer behavior yang telah ditanganinya. Kiprahnya sebagai praktisi marketing dimulai dari bergabungnya beliau pada Group TPI. Adapun sebagai konsultan, R. Chandra mengawali karirnya sebagai Junior Consultant di sebuah perusahaan konsultan manajemen yang berada dibawah Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sampai terakhir menjadi Senior Consultant di sebuah konsultan manajemen multinasional. R. Chandra telah terlibat dalam berbagai proyek marketing research  di banyak perusahaan, swasta nasional, maupun multinasional, yaitu project Marketing research & strategy  diantaranya yaitu di Radio Trijaya FM, Radio Prambors,  Toyota Astra, Hyundai, Daikin Aircon, Radio Indika FM, Star Media Abadi, dll.







Investment Fee:




  • Rp 2.750.000 /peserta

  • Group Discount 10% untuk lebih dari 3 peserta dari  Perusahaan yang sama


AKUNTANSI DAN PERPAJAKAN KONSTRUKSI & REAL ESTATE

AKUNTANSI DAN PERPAJAKAN KONSTRUKSI & REAL ESTATE


HOTEL IBIS KEMAYORAN JAKARTA | Kamis - Jum’at, 19-20 Mei 2011| Rp. 2.750.000 (Hanya Pelatihan) & Rp. 3.750.000 (Termasuk Akomodasi)


 


L A T A R   B E L A K A N G


Saat ini dunia Properti atau Real Estate Indonesia sedang berkembang dengan pesat seiring dengan kebutuhan terhadap perumahan rakyat yang semakin besar dan pertumbuhan ekonomi yang semakin baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga akan berdampak pada peningkatan kebutuhan akan gedung perkantoran dan fasilitasnya. Berbagai jenis perumahan sedang dan akan dibangun, termasuk jenis apartemen, kondomonium, rumah susun, resort untuk kalangan atas yang berkantong tebal. Kebutuhan terhadap properti tidak hanya pada level pertama yaitu jual beli properti di real estate tetapi juga dalam jual beli dalam pasar sekunder serta sewa menyewa.
Di saat bersamaan, Jasa Konstruksi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberadaan Properti dan atau Real Estate ikut berakselarasi pula. Kebutuhan dunia properti / real estate terhadap jasa konstruksi terlihat dalam keterlibatan awal pembentukan/pembangunan suatu properti dan atau real estate, saat pemeliharaan, dan renovasi di pasar sekunder. Jasa Konstruksi terlibat penuh dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, instalasi dan pemeliharaan konstruksi tanah dan atau bangunan.
Dari sisi perpajakan, Properti atau Real Estate sangat menarik untuk dicermati karena dalam setiap pergerakan properti / real estate dapat menimbulkan aspek pajak yang berbeda-beda tergantung dari obyek pajak yang muncul dalam setiap transaksinya. Misalnya dalam transaksi jual beli bisa muncul berbagai macam pajak antara lain: Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Penghasilan atas Pengalihan Hak atas Tanah dan Bangunan (PPHTB), Pemotongan PPh pasal 21 atau Pasal 23, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bahkan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Dan tentu saja jika properti sudah dimiliki akan menimbulkan obyek pajak selanjutnya yaitu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan tidak kalah menarik untuk mEngupas bagaimana perpajakan yang ada pada perusahaan konstruksi. Dari permasalahan tersebut diatas timbulan pertanyaan :


 


P O K O K   B A H A S A N




  1. ASPEK-ASPEK AKUNTANSI UNTUK KONSTRUKSI & REAL ESTATE

  2. ASPEK-ASPEK PAJAK UNTUK KONSTRUKSI & REAL ESTATE


 



A. AKUNTANSI

  • PSAK 16 : Property, Plant & Equipment

  • PSAK 44 : Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estate

  • PSAK 34 : Akuntansi Kontrak Konstruksi

  • PSAK 26 : Biaya Pinjaman (Borrowing Cost)

  • Decommisioning Cost

  • PSAK 13 : Pengakuan, Pengukuran & Pengungkapan (Invesment Property)


 

B. PERPAJAKAN

  • Sekilas Jasa Konstruksi

  • Pembukuan Pengusaha Jasa Konstruksi

  • Pajak Penghasilan Untuk Jasa Konstruksi

  • Pajak Pertambahan Nilai Untuk Jasa Konstruksi

  • Perpajakan Untuk Real Estate




N A R A S U M B E R




  1. Muhtrar Yahya, Ak., MSF

  2. Arif Muhlasin, Ak, M.Ak., BKP


 


KONSTRIBUSI :


Rp. 2.750.000 (Hanya Pelatihan) & Rp. 3.750.000 (Termasuk Akomodasi)


 


Tempat:

Hotel Ibis Kemayoran, Jl. Bungur Besar No. 79-81 Jakarta



Professional Role of High Calibre Executive Secretary In Oil and Gas Company

Professional Role of High Calibre Executive Secretary In Oil and Gas Company


BANDUNG* | June 30th - July 1st, 2011 | Rp. 3.750.000,-


 


Executive Secretaries adalah orang-orang yang sangat dekat dengan pimpinan tertinggi perusahaan, baik anggota Direksi maupun Chief Executive Officer (CEO). Tuntutan usaha yang berkembang pesat dengan kemajuan tehnologi, mendesak agar para Sekretaris Eksekutif ini memahami dan memiliki kemampuan serta pengertian manajemen. Karenanya pengetahuan mengenai manajemen perusahaan cukup penting untuk mereka ini.


Key Result Area (KRA) seorang sekretaris meliputi Filing, Typing, Scheduling, Communicating dan Managing Office ( petty cash, peralatan kantor dan lain-lainnya ). Semua aspek ini ahrus dikelola dengan baik. Khusus untuk seorang sekretaris eksekutif, fokusnya lebih kepada scheduling, communicating dan managing office.


Besarnya tekanan kerja (penting dan mendesak) menyebabkan banyak sekretaris eksekutif mengalami stress karena merasa kekurangan waktu untk menyelesaikan berbagai pekerjaan.


Bahkan waktu 12 jam masih terasa belum cukup untuk menuntaskan pekerjaan dikantor. Dilain pihak ada juga yang merasa kelebihan waktu sehingga mereka cepat merasa bosan dalam pekerjaannya, tetapi tidak tahu bagaimana caranya mengisi waktu luang itu.


Kunci dari pengelolaan waktu adalah pada pemanfaatannya. Sekretaris yang sibuk perlu meng-anggar-kan waktunya seperti meng-anggar-kan uang.


Pengelolaan waktu adalah bagian dari pengelolaan diri, dan hal ini menyangkut sikap dan falsafah hidup.


Dasar dari pengelolaan waktu adalah penentuan prioritas dalam pekerjaan maupun dalam sasaran hidup. Dengan mengetahui bagaimana mengelola  pekerjaan  yang intensif, maka seseorang akan terlepas dari tekanan beban kerja.


Semua tuntutan kemampuan diatas harus ditingkatkan dengan belajar. Dan karenanya mereka yang tergolong Executif Secretary perlu mengikuti pendidikan yang terarah.


 


Tujuan Pelatihan


Agar peserta:




  • Dapat memahami dan menetrapkan kemampuan manajemen di era global yang sangat memerlukan antiusipasi cepat sebagai cirri khas oil and gas company, sehingga dalam menindak lanjuti tugas-tugas dari atasannya terhadap orang lain, baik dilingkungan sendiri ataupun diluar perusahaan, dapat menunjukkan sikap positif, yang meliputi kemampuan komunikasi, memotivasi dan mengarahkan.

  • Dapat meningkatkan efisiensi penggunaan waktu dan bekerja dengan pengaturan yang taktis, sehingga dapat melakukan berbagai aktifitas lainnya walau berada dalam tekanan kerja yang banyak.

  • Membantu para sekretaris  memiliki kemampuan dasar dan tambahan yang prima dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tuntutan kerja mencapai hasil maksimal dan dapat bekerja sama dengan atasan maupun orang lain secara baik.


 


Topik-topik Bahasan



Hari Pertama.



Sessi 1  :  Perspektif untuk memahami efektifitas manajemen dan sasaran organisasi.




  • Ciri khas cil and gas company dalam pelaksanaan manajemen

  • Manajemen, fungsi dan tujuan organisasi

  • Pengelolaan administrasi yang modern


Sessi 2  :  Basic mentality skill for high calibre secretary




  • Completed Staff Work and Sense of Closure


Sessi 3  :  Interrelation Personal Communication Skill




  • Perilaku asertif dalam komunikasi dengan atasan dan rekan kerja


Sessi 4 :  To be a PR Staff in any situation




  • Meningkatkan kemampuan Public Relations

  • Mengenali diri sendiri dengan segala kekuatan pribadi

  • Komunikasi dan Public Relations



Hari Kedua



Sessi 5 :  Working Effectively with the Boss in high pressure of task




  • Hubungan atasan-bawahan yang effektif.

  • Keserasian hubungan atasan-bawahan


Sessi 6 :  Lanjutan - Working effectively




  • Bekerjasama dengan atasan secara efektif


Sessi 7 :  Managing time effectively to overcome the peak load




  • Waktu dan penggunaannya setiap hari

  • Daftar pembuang waktu (time wasters) dan usaha menghindarinya

  • Prinsip mengelola waktu

  • Distribusi energi dan menentukan prioritas

  • Tips membuat jadual dan metrics


Sessi 8 :  Mengelola kerja yang efektif dan efisien




  • Tetap produktif walau dibawah tekanan beban kerja

  • Membuat perencanaan dan usaha mengurangi beban

  • Timbulnya resiko stress dan tehnik mengelola stress




Hari Ketiga



Sessi 9 :  Membuat keputusan yang tepat




  • Proses pemecahan masalah ( problem solving )

  • Basis langkah pemecahan masalah



Sessi 10:  Lanjutan - Membuat keputusan yang tepat




  • Membuat keputusan yang tepat

  • Fungsi sekretaris pada era informasi


Sessi 11:   Managing your company and your own money




  • Finance and accounting for Secretaries

  • Mengelola keuangan kantor

  • Menggunakan kas kecil dan administrasinya


 


Sessi 12:   Professional Appearance to achieving success


Penampilan sebagai penunjang sukses seorang Executive Secretary





Workshop Leader :

Achmad Sablie

Berlatar belakang pendidikan Fakultas Psikologi dari UI, pengalaman dibidang Marketing dan HR Management, terakhir sebagai Head of HRD Division di RCTI, HR Director di Hero Group of Companies, Human Resources Development Huffco / VICO Indonesia (Oil and Gas Coy) dan PT Semen Cibinong. Banyak memberikan pelatihan dan seminar dibidang Communication, Soft Skills dan HR Management, Senior Instruktur sekolah Pengembangan Pribadi John Robert Powers, Senior Consultant di Gede Prama Dynamics Consulting dan masih aktif sebagai konsultan internal HR di sebuah perusahaan manufacturing. Berbagai topik unggulan pelatihan yang sering diberikan diantaranya?.


 


Fee :




  • Rp. 2.950.000, -  (Registration 3 person/more; payment before June 23rd, 2011)

  • Rp. 3.250.000, -  (Reg before June 16th, 2011; payment before June 23rd, 2011)

  • Rp. 3.750.000, -  (Full Fare)


 


 


Maintenance Manajemen: Sebuah Manajemen Praktis Perawatan Mesin

Maintenance Management


Sebuah Manajemen Praktis Perawatan Mesin



Aryaduta Hotel/Grand Flora Hotel, Jakarta | June 25th, 2011 | Rp.2.450.000,-


 


Maintenance Manajemen adalah suatu manajemen perawatan mesin yang mengulas tentang tata cara melakukan kegiatan maintenance mesin-mesin dalam suatu pabrik secara simple, terstruktur dan praktis.


Pelatihan ini sangat cocok sekali bagi seorang teknisi pemula yang berkecimpung dalam kegiatan maintenance atau suatu perusahaan yang mulai concern terhadap perawatan mesin atau bahkan suatu perusahaan yang bingung terhadap apa yang terjadi / apa yang akan dilakukan terhadap mesin-mesin yang merongrong kegiatan produksi. Pelatihan ini juga sangat baik sebagai bahan benchmarking terhadap implementasi kegiatan maintenance yang telah dijalankan.


Di dalam training ini akan dibahas tentang “8 Pilar Maintenance Manajemen” dimana di dalamnya akan membahas mulai dari bagaimana membuat sebuah Maintenance System secara terstruktur dan terintegrasi (bahkan dengan ISO 9001), Bagaimana membuat suatu maintenance plan, Bagaimana membuat keadaan ideal suatu mesin, Apa itu Quantity dan Quality of Maintenance, Bagaimana mengontrol Spare Part mesin melalui Spare Part Availability Management, Bagaimana cara membuat Maintenance dan Performance Report dari suatu mesin, Bagaimana melakukan suatu improvement dari suatu mesin sampai dengan bagaimana melakukan control terhadap biaya / cost dari suatu kegiatan maintenance.


Maintenance Manajemen ini telah diaplikasikan di dalam sebuah industri dan sanggup menurunkan break down machine sampai 50%, mengurangi personel maintenance sampai 40%, menjawab permasalahan ketersediaan spare part sampai dengan penurunan biaya maintenance hingga 50%.


 


Outline :





  • Triangle Maintenance System. Sistem yang mengintegrasikan Maitenance Sistem dengan persyaratan ISO 9001, Maintenance Regulataion, Maintenance Procedure, Plan Maintenance, Checklist and Reporting.

  • Ideal State of Machine. Mempelajari kondisi ideal suatu mesin berdasarkan metode Fundamental Function dan Fundamental Condition.

  • Quantity of Maintenance. Mempelajari cara melakukan manajemen terhadap jumlah mesin dan jumlah personel maintenance.

  • Quality of Maintenance. Mempelajari cara mengukur kualitas dari pekerjaan maintenance yang dilakukan oleh personel maintenance.

  • Spare Part Manajemen. Mempelajari manajemen spare part yang mengelola inventori spare part sehingga menjamin ketersediaan spare parts suatu mesin.

  • Machine Effectiveness Calculation. Mempelajari cara menghitung effectiveness suatu mesin, pembuatan control chart suatu kegiatan maintenance serta laporan performance suatu mesin / line.

  • Machine Improvement. Mempelajari cara melakukan improvement terhadap kerusakan mesin dengan menggunakan metode Pareto Chart

  • Maintenance Cost Manajemen. Mempelajari cara pengontrolan biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan maintenance beserta cara melakukan cost down / penurunan biaya maintenance.


 




Metode Penyampaian :





  • Dialog Interaktif / Sharing

  • Diskusi Grup

  • Latihan di Kelas

  • Study Kasus



 


Metode Pelatihan





  • Dialog Interaktif / Sharing

  • Diskusi Grup

  • Latihan di Kelas

  • Study Kasus




 


Workshop Leader :


Indro Agung Handoko,


Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture.


Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.


Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan.


Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005.


Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain:




  1. Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%.

  2. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%.

  3. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005.

  4. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA.

  5. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan.

  6. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.







FEE :

  • Rp. 1.750.000, -  (Registration 3 person/more; payment before June 18th, 2011)

  • Rp. 1.950.000, -  (Reg before June 11th, 2011; payment before June 18th, 2011)

  • Rp. 2.450.000, -  (Full Fare)




TPM (Total Preventive Maintenance) by Machine Overhauling

TPM (Total Preventive Maintenance) by Machine Overhauling


Aryaduta Hotel / Grand Flora Hotel*, Jakarta |June 17th - 18th, 2011 | Rp.3.250.000,- (Full Fare)


 



Total Preventive Maintenance adalah suatu professional manajemen tentang perawatan suatu mesin. TPM bukanlah sekedar teori tetapi dikembangkan dari best practice dan menjadi suatu proven method yang telah diterapkan di berbagai penjuru dunia.


Dalam training ini akan lebih dikedepankan pada proses pembelajaran melalui training TPM untuk merubah Pola Pikir, Orang dan System. Setelah itu hasilnya akan merubah area kerja kita (mesin, lingkungan kerja, system dan lain sebagainya).


Materi pembelajaran dalam training ini mengulas dari berbagai sudut. Mulai dari bagaimana membuat Zero Accident suatu area produksi, melatih sensitifitas terhadap suatu bahaya, metode dan cara overhauling suatu mesin serta melihat secara detail  sistem kerja suatu mesin.


 


Yang akan dipelajari




  • Sejarah Perkembangan Dunia Industri

  • Konsep dasar dari TPM

  • Mengapa perlu TPM

  • Perhitungan efisiensi mesin dan loss calculation

  • Sporadic and Chronic Loss, apa dan mengapa sampai terjadi

  • Bagaimana menjamin area kerja kita menjadi Zero Accident melalui pembuatan prosedur Start-up dan Shut-down mesin, pembuatan Safety Map, Identifikasi dan penanganan Safety Problem finding, pembuatan KYT (Hazard Prediction Training) dan eliminasi Unnecessary Item Finding .

  • Overhauling suatu mesin dengan konsep “Cleaning is Inspection” and Small Defect elimination.

  • Konsep “Ideal State” suatu mesin.

  • Pendekatan untuk mencapai Zero Mechanical Failure.

  • Pendekatan untuk mencapai Zero Minor Stoppage.

  • Bagaimana cara mengeliminasi 4 Major Loss (Mechanical Failure, Minor Stoppage, Setup dan Defect).

  • Cara Observasi di area kerja dengan menggunakan metode 3-Gen dan 2-Gen.

  • Pemahaman kejadian Individual, Completed dan On-going.

  • Pemahaman mekanisme kerja suatu mesin beserta bagian-bagian mesin.

  • Analisa data statistik


 


Metode Pelatihan




  • Dialog Interaktif / Sharing

  • Diskusi Grup

  • Latihan di Kelas

  • Study Kasus



Lama Pelatihan




  • 2 hari (14 jam)


 


Peserta Pelatihan




  • Supervisor / Foreman / Teknisi Produksi

  • Supervisor/ Foreman / Teknisi Engineering

  • Supervisor/ Foreman / Teknisi Maintenance


 


Workshop Leader :


Indro Agung Handoko,


Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture.


Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.


Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan.


Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005.


Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain:




  1. Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%.

  2. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%.

  3. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005.

  4. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA.

  5. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan.

  6. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.


 


Fee:




  • Rp. 2.750.000, -  (Registration 3 person/more; payment before June 10th, 2011)

  • Rp. 2.950.000, -  (Reg before June 3rd, 2011; payment before June 10th, 2011)

  • Rp. 3.250.000, -  (Full Fare)


 



Jumat, 25 Maret 2011

PRODUCTION OFFICER PROGRAM

PRODUCTION OFFICER PROGRAM

Jakarta |  28-29 April  2011| Rp. 3.000.000,-
Jakarta |  28-29 Juli  2011| Rp. 3.000.000,-
Jakarta |  27-28 Oktober  2011| Rp. 3.000.000,-

 


PENGANTAR


Pelatihan ini memberi kesempatan kepada para peserta untuk mempelajari dan memahami cara analisis manajemen produksi mutakhir. Peserta pelatihan akan dengan mudah dapat memahami konsep serta permasalahan manajerial seperti Manufacturing Resource Planning (MRP II), Total Quality Management, Sistem manajemen kualitas ISO 9000, Just-in Time (JIT), strategi manajemen produksi serta pemecahan operasional yang berkaitan dengan manajemen produksi. Pelatihan ini akan diselenggarakan dengan case method. Di akhir pelatihan akan dibahas kasus Resource Requirement Planning sebuah industri manufaktur. Pembahasan kasus dilakukan di dalam kelompok peserta , setelah itu dilakukan presentasi kelompok dan diskusi kelas.


 


TUJUAN


Tujuan dari pelatihan ini adalah :




  • Memahami berbagai aspek Perencanaan & Pengendalian Produksi

  • Memahami konsep dasar Perencanaan & Pengendalian Produksi

  • Memahami penerapan teknik-teknik  Perencanaan & Pengendalian  Produksi

  • Memahami cara pemecahan kasus perencanaan dan pengendalian produksi di perusahaan.



 


MATERI PELATIHAN


Introduksi Manajemen Produksi Terpadu




  • Karakteristik  sistem manajemen produksi  dan lingkungannya,

  • Persoalan yang biasa dihadapi oleh manajemen perusahaan manufaktur.

  • Kerangka perencanaan dan pengendalian produksi.

  • Mengenal  konsep Just-in Time (JIT),Total  Quality Management  (TQM) dan Manufacturing Resource  Planning  (MRP II).

  • Diskusi tentang masalah manajemen produksi yang dihadapi .


Komponen utama perencanaan dan pengendalian produksi.

  • Hirarki perencanaan.

  • Demand management.

  • Aggretate planning.

  • Perencanaan penjualan dan operasi.

  • Master Production schedule (MPS)

  • Material Requirement Planning (MRP).

  • Capacity Requirement Planning (CRP)


Prakiraan kebutuhan barang.

  • Apa yang dimaksud dengan peramalan.

  • Demand.

  • Seasonality.

  • Sumber data

  • Teknik prakiraaan kebutuhan barang.

  • Latihan dan ilustrasi prakiraan kebutuhan barang.


Variabel yang digunakan dalam  perencanaan agregat.

  • Apa yang dimaksud dengan perencanaan agregat.

  • Manfaat perencanaan agregat.

  • Strategi perencanaan agregat.

  • Metoda perencanaan agregat.

  • Studi kasus dan latihan perencanaan agregat.

  • Beberapa teknik prakiraan kebutuhan barang.


Manajemen material.

  • Pengertian manajemen material.

  • Klasifikasi material.

  • Perencanaan kebutuhan barang.

  • Manajemen pengadaan barang.

  • Manajemen pergudangan dan distribusi.

  • Administrasi  persediaan.


Pengendalian persediaan (inventory  control).

  • Mengenal teknik pengendalian persediaan.

  • Biaya persediaan.

  • Optimasi persediaan.

  • Model matematik  inventory  control.

  • Latihan aplikasi konsep inventory control.


Manufacturing  Resource  Planning  (MRP II).

  • Penjelasan umum tentang konsep  Material Requirement Planning (MRP)dan

  • Manufacturing  Resource  Planning (MRP II).

  • Pengaruh  konsep MRP dan MRP II terhadap perencanaan usaha dan perencanaan produksi.

  • Diskusi tentang implementasi konsep MRP dan MRP II


Master Production Scheduling  (MPS).

  • Manajemen permintaan produk.

  • Model matematik prakiraan  (forecasting).

  • Teknik penyusunan Master Production scheduling (MPS).

  • Teknik penyusunan  Bill of Material  (BOM).

  • Diskusi tentang implementasi konsep MPS


Material Requirement Planning  (MRP).

  • Penjelasan umum tentang MRP.

  • Permintaan material dependen dan independen.

  • Proses perencanaan material.

  • Schedule dan  Planned order release.

  • Pola pengambilan keputusan MRP.

  • Latihan penyusunan MRP.

  • Diskusi


Capacity  Resource Planning  (CRP).

  • Pengertian umum tentang konsep CRP.

  • Analisis lokasi fasilitas.

  • Kapasitas dan pembebanannya.

  • Alternate resource  planning.


Pengendalian shopfloor.

  • Arti dan manfaat pengendalian shopfloor

  • Penentuan prioritas setiap shop order.

  • Pemeliharaan data kuantitas work in process.

  • Penyediaan  data aktual output dari setiap proses yang ada.

  • Melakukan pengukuran efisiensi di shop floor.

  • Diskusi masalah shopfloor control.


Studi Kasus perencanaan sistem produksi (Resource Requirement Planning).

  • Penyusunan Bill of Material (BOM).

  • Penyusunan  production Plan dan Master Production Schedule  (MPS).

  • Penyusunan Material Requirement Planning  (MRP).

  • Perhitungan kelayakan kapasitas (Capacity Requirement Planning).

  • Penyusunan strategi  inventory control.

  • Diskusi dan presentasi.




METODE


Pelatihan ini dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode diantaranya:




  1. Penyampaian teori.

  2. Studi Kasus

  3. Latihan

  4. Diskusi dan konsultansi permasalahan yang dihadapi perusahaan

  5. Evaluasi





Trainer

Ir. Asep Saefulbachri , MBA., MM.

Beliau mendapatkan gelar MBA-nya dari Asian Institute of Management pada tahun 1992 dan Magister Management dari sekolah Tinggi Manajemen Bandung (telkom) pada tahun 1996. Lulusan Teknik Industri ITB pada tahun 1981 ini mengikuti banyak training & pelatihan di dalam dan luar negeri, antara lain yang di adakan oleh: Arizona State university USA, ATI-Edmonto, Canada, dan Siemens-Munich West Germany.


Sebagai direktur sebuah training organizer dan konsultan di bidang management, beliau juga aktif memberikan training-training untuk Opration Managenet, Purchashing, Production, Logistic & Supply Chain Management, Business & financial Management, dan lain – lain. Beliau juga memberikan mata kuliah untuk Logistic & Supply Chain Management dan financial Management di program Pasca Sarjana Fakultas Teknik Industri Universitas Pasundan Bandung.





Investasi :

  • Rp. 3.000.000,-

  • termasuk materi hand-out dan CD modul, 2x coffee break, makan siang dan sertifikat





Tempat : (mentioned in confirmation letter)

  • Hotel Grand Flora, Kemang-Jakarta Selatan

  • Setiabudi Building II, Kuningan-Jakarta Selatan