Tampilkan postingan dengan label Problem Solving amp; Decision Making. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Problem Solving amp; Decision Making. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 April 2011

PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGGUNAKAN AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) DAN SOFTWARE EXPERT CHOICE

PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGGUNAKAN AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) DAN SOFTWARE EXPERT CHOICE


Hotel Golden Flower Bandung | 4 – 6 Mei 2011 | Rp 4.950.000,-
Hotel Golden Flower Bandung |11 – 13 Juli 2011 | Rp 4.950.000,-
Hotel Golden Flower Bandung | 28 – 30 September 2011 | Rp 4.950.000,-
Hotel Golden Flower Bandung | 21 – 23 November 2011 | Rp 4.950.000,-


 


PENGANTAR :


Saat ini para pengambil keputusan dituntut untuk mengambil keputusan yang cepat, tepat, dan akurat dengan resiko yang paling minimum. Hal ini tidak mudah dilakukan mengingat banyaknya faktor/kriteria yang mempengaruhi setiap keputusan yang harus diambil, dan seringkali pengaruh faktor/kriteria tersebut saling bertentangan atau menjadi dilema dalam pengambilan keputusan. Misalnya Perusahaan ingin menaikan harga tetapi konsumen tetap setia pada produk Perusahaan tersebut atau disatu sisi ingin meningkatkan kualitas tetapi disisi lain Perusahaan menginginkan ongkos produksi tidak naik atau minimal tetap.


Semakin kompleks dan rumitnya permasalahan yang dihadapi oleh para pengambil keputusan seperti diuraikan di atas, jika secara manual (intuitif) tidak lagi mendukung, maka diperlukan suatu metoda pengambilan keputusan yang tepat. Salah satu metoda pengambilan keputusan yang dapat mengakomodasi keperluan pengambilan keputusan adalah metoda Analytical Hierarchy Process (AHP).


AHP yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan yang kompleks . Dimana kompleksitas ini disebabkan oleh struktur masalah yang belum jelas, ketidakpastian persepsi pengambil keputusan serta ketidakpastian tersedianya data statistik yang akurat atau bahkan tidak ada sama sekali.


 


CAKUPAN MATERI TRAINING :


Hari ke-1:




  1. Pendahuluan

  2. Pengambilan Keputusan

  3. Analytical Hierarchy Process (AHP)


Hari  ke-2:




  1. Aplikasi AHP dalam Pengambilan Keputusan

  2. Tahap-Tahap Pengambilan Keputusan Metoda AHP


Hari ke-3:




  1. Case : Pengambilan Keputusan Menggunakan AHP

  2. Praktek Pengambilan Keputusan Menggunakan Software Expert Choice


 



 


INSTRUKTUR TRAINING


Ir. Asep Toto Kartaman. M.Eng.,


Seorang sarjana Teknik Industri yang memperluas keilmuan dalam bidang IT (Information Technology) , dengan menyelesaikan Program Master di Asian Institute of Technology (AIT) Thailand. Keahliannya dalam bidang IT terbukti pada pengalamannya sejak tahun 1989 sampai sekarang sebagai Staff Ahli System Analyst di berbagai konsultan pada Perusahaaan besar seperti PT. Gunanusa Utama Fabricator, PT. Pos Indonesia, PT. Kereta Api Indonesia dan PT. Telekomunikasi Indonesia. Selain sebagai pembicara pada seminar di beberapa kota besar, beliau juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama STIK (Sekolah Tinggi Ilmu Komputer) Bandung.


 


TEMPAT TRAINING :


Hotel Golden Flower Bandung


 


DURASI TRAINING :


3 hari


 


WAKTU TRAINING :





  1. 4 – 6 Mei 2011

  2. 11 – 13 Juli 2011

  3. 28 – 30 September 2011

  4. 21 – 23 November 2011


 


HARGA INVESTASI :




  1. Rp 4.950.000/person (full fare)  atau

  2. Rp 4.750.000/person (early bird, yang membayar 1 minggu sebelum training)  atau

  3. Rp 4.500.000/person (untuk 3 orang atau lebih dari 1 perusahaan yang sama)



 


FASILITAS UNTUK PESERTA :




  1. Modul Training

  2. Flashdisk Training berisi materi training

  3. Sertifikat

  4. ATK: NoteBook dan Ballpoint

  5. T-Shirt

  6. Ransel

  7. Foto Training

  8. Ruang Training dengan fasilitas Full AC dan multimedia

  9. Makan siang dan 2 kali coffeebreak

  10. Instruktur yang Qualified

  11. Transportasi untuk peserta dari hotel penginapan ke hotel tempat training – PP (jika peserta minimal dari satu perusahaan ada 4 peserta)



 


Senin, 21 Maret 2011

Practical Problem Solving for Maintenance and Engineer

Practical Problem Solving for Maintenance and Engineer


Harris Hotel Tebet / Ibis Arkadia Hotel| Saturday, 30 April 2011| 09.00 AM - 04.00 PM | Rp. 1.350.000,


 


Practical Problem Solving yang ditujukan bagi kalangan maintenance dan engineering adalah suatu adalah suatu pengupasan yang sangat practical tentang penanganan suatu masalah / kerusakan yang terjadi pada suatu mesin industri.


Mesin dalam suatu industri bagaikan sumber penghasil uang (:baca profit) tetapi mesin juga dapat berfungsi sebaliknya yaitu sebagai pengambil uang(:baca rugi) jika tidak ada person yang handal sebagai pengelolanya. Dalam training ini akan dikupas secara practical bagaimana menangani problem yang terjadi pada suatu mesin dengan menggunakan QC 7 Tools sebagai alat untuk mereduksi kerusakan suatu mesin.


Peserta training akan diarahkan untuk dapat menguasai QC 7 Tools sebagai tools untuk problem solving, dapat melakukan observasi secara benar terhadap suatu kerusakan, melakukan analisa kerusakan mesin dengan metode 3-Gen dan 2-Gen, memastikan akar penyebab kerusakan mesin serta penanganannya.


Di akhir training, peserta juga akan diarahkan untuk dapat membuat suatu konsep program maintenance untuk tetap menjaga agar performance mesin tetap di level tinggi serta membuat laporan tentang performance suatu mesin..


 


Sasaran Program :




  • Peserta training dapat menghitung efisiensi dari suatu mesin serta produktifitas dari suatu unit mesin / line

  • Peserta training dapat menggunakan fungsi QC 7 Tools dalam “Problem Solving” suatu mesin

  • Peserta training dapat melakukan observasi suatu kerusakan mesin sehingga didapat akar permasalahan dari kerusakan yang terjadi.

  • Peserta training dapat menguasai step-step “Problem Solving” dengan metode 4M (Man, Material, Method, Machine) terhadap kerusakan suatu mesin secara terstruktur, tepat dan benar serta menjamin kerusakan yang sama tidak akan terulang lagi.

  • Peserta training dapat menganalisa kerusakan mesin yang terjadi di sebabkan karena “Natural Deterioration” atau “Forced Deterioration”.

  • Peserta training dapat menggunakan metode 3-Gen dan 2-Gen untuk mengatasi kerusakan suatu mesin

  • Peserta training dapat membuat “Pareto Chart” sebagai sarana untuk mereduksi kerusakan mesin secara menyeluruh

  • Peserta training dapat mempelajari kondisi ideal suatu mesin

  • Peserta training dapat membuat histogram sebagai sarana untuk mempertahankan “Quality of Product” di level yang tinggi

  • Peserta training dapat membuat suatu program maintenance yang handal untuk mempertahankan efisiensi mesin yang tinggi

  • Peserta training dapat membuat suatu grafik “Control Chart” untuk mengkontrol kondisi performance mesin agar tetap tinggi

  • Peserta training dapat membuat suatu bentuk laporan dalam bentuk grafik tentang performance dan efisiensi mesin



 


Pelatihan Ini Sangat Penting Bagi :




  • Teknisi Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Foreman Maintenance / Engineering, dan lain-lain



 


Method of Training
Training ini disajikan dan disampaikan dalam bentuk




  • Diskusi Grup

  • Latihan di Kelas

  • Study Kasus


 


Course Instructors


Indro Agung Handoko
Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture.


Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.


Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan.


Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005.


Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain:




  1. Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%.

  2. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%.

  3. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005.

  4. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA. 5. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan.



 


Investasi




  • Rp. 950.000,- per participant (Group Price) Min 3 Participants

  • Rp. 1.350.000,- per participant (Full Fare Price)

  • Rp. 1.100.000,- per participant (Early Bird Price) Lunas 7 Hari Sebelum Training

  • Kirim 4 Peserta, Gratis Peserta Ke-5


 


Include




  • 1 Kali Makan Siang

  • 2 Kali Coffee Break

  • Seminar Kit

  • Sertifikat

  • CD Materi Presentasi Training






Practical Problem Solving for Maintenance and Engineer

Practical Problem Solving for Maintenance and Engineer


Aryaduta Hotel / Grand Flora Hotel, Jakarta | Feb  10nd, 2011 | Rp. 2.450.000,-





 


Practical Problem Solving yang ditujukan bagi kalangan maintenance dan engineering adalah suatu adalah suatu pengupasan yang sangat practical tentang penanganan suatu masalah / kerusakan yang terjadi pada suatu mesin industri.


Mesin dalam suatu industri bagaikan sumber penghasil uang (:baca profit) tetapi mesin juga dapat berfungsi sebaliknya yaitu sebagai pengambil uang(:baca rugi) jika tidak ada person yang handal sebagai pengelolanya.


Dalam training ini akan dikupas secara practical bagaimana menangani problem yang terjadi pada suatu mesin dengan menggunakan QC 7 Tools sebagai alat untuk mereduksi kerusakan suatu mesin.


Peserta training akan diarahkan untuk dapat menguasai QC 7 Tools sebagai tools untuk problem solving, dapat melakukan observasi secara benar terhadap suatu kerusakan, melakukan analisa kerusakan mesin dengan metode 3-Gen dan 2-Gen, memastikan akar penyebab kerusakan mesin serta penanganannya.


Di akhir training, peserta juga akan diarahkan untuk dapat membuat suatu konsep program maintenance untuk tetap menjaga agar performance mesin tetap di level tinggi serta membuat laporan tentang performance suatu mesin.


 


Sasaran Program




  • Peserta training dapat menghitung efisiensi dari suatu mesin serta produktifitas dari suatu unit mesin / line

  • Peserta training dapat menggunakan fungsi QC 7 Tools dalam "Problem Solving" suatu mesin

  • Peserta training dapat melakukan observasi suatu kerusakan mesin sehingga didapat akar permasalahan dari kerusakan yang terjadi.

  • Peserta training dapat menguasai step-step "Problem Solving" dengan metode 4M (Man, Material, Method, Machine) terhadap kerusakan suatu mesin secara terstruktur, tepat dan benar serta menjamin kerusakan yang sama tidak akan terulang lagi.

  • Peserta training dapat menganalisa kerusakan mesin yang terjadi di sebabkan karena "Natural Deterioration" atau "Forced Deterioration"

  • Peserta training dapat menggunakan metode 3-Gen dan 2-Gen untuk mengatasi kerusakan suatu mesin

  • Peserta training dapat membuat "Pareto Chart" sebagai sarana untuk mereduksi kerusakan mesin secara menyeluruh

  • Peserta training dapat mempelajari kondisi ideal suatu mesin

  • Peserta training dapat membuat histogram sebagai sarana untuk mempertahankan "Quality of Product" di level yang tinggi

  • Peserta training dapat membuat suatu program maintenance yang handal untuk mempertahankan efisiensi mesin yang tinggi

  • Peserta training dapat membuat suatu grafik "Control Chart" untuk mengkontrol kondisi performance mesin agar tetap tinggi

  • Peserta training dapat membuat suatu bentuk laporan dalam bentuk grafik tentang performance dan efisiensi mesin


 


Metode Program




  • Dialog Interaktif / Sharing

  • Diskusi Grup

  • Latihan di Kelas

  • Study Kasus



Lama Pelatihan




  • 1 hari (7 jam)


 


Sasaran Peserta




  • Teknisi Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Foreman Maintenance / Engineering, dan lain-lain



 


Workshop Leader :


Indro Agung Handoko,



Telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture.


Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.


Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan.


Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005.


Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain:




  1. Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 - 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%.

  2. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 - 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%.

  3. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005.

  4. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA.

  5. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan.

  6. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.





Fee :

  • Rp. 1.750.000, -  (Registration 3 person/more; payment before February 3rd, 2011)

  • Rp. 1.950.000, -  (Reg before January 27th, 2011; payment before February 3rd, 2011)

  • Rp. 2.450.000, -  (Full Fare)






Kamis, 17 Maret 2011

Design of Experiments (DoE) with MINITAB

Design of Experiments (DoE) with MINITAB

Aryaduta Hotel Semanggi / Santika Hotel,  Jakarta | 24-25  May 2011 | 08.30 – 16.30 | Rp 3.150.000,-/person
Aryaduta Hotel Semanggi / Santika Hotel,  Jakarta | 12-13  July 2011 | 08.30 – 16.30 | Rp 3.150.000,-/person

 


BACKGROUND
Penanganan variasi dari proses apapun akan terkait pula dengan penetapan kondisi operasionalisasi yang optimal. Dengan melakukan setting proses pada kondisi optimal tersebutlah, diyakini bahwa variasi dari output yang dihasilkan akan bisa dikurangi secara relative signifikan.


Design of Experiments (DoE) adalah pendekatan yang umum digunakan di industri dan terbukti efektif dalam mengelaborasi dan menganalisis kondisi-kondisi pengoperasian proses yang optimal. Efektifitas ini akan dapat lebih ditingkatkan dengan penggunaan Response Surface Methodology (RSM).


 


PURPOSE




  1. Peserta mampu memahami konsep, model, metodologi, dan langkah-langkah dari perancangan eksperimen.

  2. Peserta mampu merancang dan menganalisis eksperimen yang diperlukan.

  3. Peserta memahami dan menguasai aplikasi DoE dengan menggunakan software MINITAB.

  4. Peserta mampu menginterpretasikan data hasil eksperimentasi dan mengidentifikasikan kondisi-kondisi operasional yang optimal.


 


TRAINING METHOD
Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil latihan.

  1. 50% Theory

  2. 50% Practices

  3. Dynamic and interactive training presentation.



TRAINING SYLLABUS




  1. Introduction of Design of Experiments (DoE).

  2. Simple Comparative Experiment.

  3. One Factor Experiment.

  4. Introduction of Factorial Experiments.

  5. 2^^k Experiment.

  6. 3^^k Experiment.

  7. General Factorial Experiment.


 


WHO SHOULD ATTEND
Manager dan Supervisor yang terkait dengan Production, Engineering, dan Quality.


 


LEAD FACILITATOR


Ir. SACHBUDI ABBAS RAS, M. Eng


Education = August 2002, M. Eng, Industrial Engineering, Bandung Institute of Technology February 1999, B. Eng Industrial Engineering, Bandung Institute of Technology.


Teaching Experience = 2001-Now = Courses: Introduction to Industrial Engineering, Quality Engineering, Operational Research, Reliability Engineering, Production Planning and Control, Industrial Statistics, Product Design and Development, etc. At: Indonesian Computer University (Bandung), University of Trisakti (Jakarta), University of INDONUSA Esa Unggul (Jakarta). May 28th-29th 2004, Intructor, National Workshop on Quality Engineering, University of Trisakti (Jakarta).


Work Experience: 2003-Now : Head of Production System Laboratory Industrial Engineering Department, University of INDONUSA Esa Unggul 2001-2002 : Quality Engineering Supervisor PT. Starlink Indonesia.


List of Client : Chevron Pacific Indonesia, Wijaya Karya, GAC Samudera Groups, LG Electronics Indonesia, Sanyo Energi Batam, Akzo Nobel Cars Refinishes, Mattel Indonesia, Molten Aluminium, Biro SDM Bappenas, Terralog Indonesia, Ditjen Bina Marga, etc.


 


Date




  • 24-25 May 2011,              08.30 – 16.30

  • 12-13 July 2011,              08.30 – 16.30


 


Venue


Aryaduta Hotel Semanggi / Santika Hotel Jakarta

 


Investment :


May :

  • Rp 3.150.000,-/person

  • Early Bird : Rp 2.950.000,- (Paid 4 days Before 24  May 2011)

  • Group Price : Rp 8.400.000,- (3 participants from the same company)


July:

  • Rp 3.150.000,-/person

  • Early Bird : Rp 2.950.000,- (Paid 4 days Before 12 July 2011)

  • Group Price : Rp 8.400.000,- (3 participants from the same company)


 


Setiap Peserta diharapkan membawa laptop Untuk Praktek


 


Rabu, 09 Maret 2011

PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGGUNAKAN AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) DAN SOFTWARE EXPERT CHOICE

PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGGUNAKAN AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) DAN SOFTWARE EXPERT CHOICE
Grand Seriti Hotel Bandung / Banana Inn Hotel and Spa Bandung | 25-27 May 2011 | 08.30 – 16.30 | Rp 3.150.000,-/Person
Grand Seriti Hotel Bandung / Banana Inn Hotel and Spa Bandung |13- 16 June 2011 | 08.30 – 16.30 | Rp 3.150.000,-/Person



BACKGROUND


Saat ini para pengambil keputusan dituntut untuk mengambil keputusan yang cepat, tepat, dan akurat dengan resiko yang paling minimum. Hal ini tidak mudah dilakukan mengingat banyaknya faktor/kriteria yang mempengaruhi setiap keputusan yang harus diambil, dan seringkali pengaruh faktor/kriteria tersebut saling bertentangan atau menjadi dilema dalam pengambilan keputusan.


Misalnya Perusahaan ingin menaikan harga tetapi konsumen tetap setia pada produk Perusahaan tersebut atau disatu sisi ingin meningkatkan kualitas tetapi disisi lain Perusahaan menginginkan ongkos produksi tidak naik atau minimal tetap. Semakin kompleks dan rumitnya permasalahan yang dihadapi oleh para pengambil keputusan seperti diuraikan di atas, jika secara manual (intuitif) tidak lagi mendukung, maka diperlukan suatu metoda pengambilan keputusan yang tepat.


Salah satu metoda pengambilan keputusan yang dapat mengakomodasi keperluan pengambilan keputusan adalah metoda Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan yang kompleks . Dimana kompleksitas ini disebabkan oleh struktur masalah yang belum jelas, ketidakpastian persepsi pengambil keputusan serta ketidakpastian tersedianya data statistik yang akurat atau bahkan tidak ada sama sekali. .


 


TRAINING SYLLABUS




  • Hari ke 1


Pendahuluan Pengambilan Keputusan Analytical Hierarchy Process (AHP)




  • Hari ke 2


Aplikasi AHP dalam Pengambilan Keputusan Tahap-Tahap Pengambilan Keputusan Metoda AHP




  • Hari ke 3


Case : Pengambilan Keputusan Menggunakan AHP Praktek Pengambilan Keputusan Menggunakan Software Expert Choice)


 


WHO SHOULD ATTEND


CEO, CFO, CMO, CCO, DIRECTOR, GM, & MANAGER


 


TRAINING METHOD


Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil latihan.


1. 50% Theory
2. 50% Practices
3. Dynamic and interactive training presentation.


 


Setiap Peserta diharapkan membawa laptop Untuk Praktek


 


LEAD FACILITATOR
Ir. Asep Toto Kartaman. M.Eng.,

Graduated from Master of engineering in industrial engineering and management from Asian Institute of Technology (AIT) Thailand. Now he is lecturer at industrial engineering and management University Pasundan Bandung. He has many experiences at real working places, such as :


* director assistance PT. Hutama Raksa, * director at STIK Indonesia, * team for program development of purchasing, program for management information, program development of inventory management system, job evaluation, and management information implementation at PT Gunanusa Utama Fabricators. * Foundation head of Indonesia Cipta Utama. * Arranging KPI for balanced score card at PT Pertamina Tongkang. * Optimalisation of Daily Activity Monitoring System and letter Workflow at Departemen Keuangan RI. * Arranging management information system for train safety at Direktorat Jenderal Perkeretaapian. * Feasibility Study for procurement 50 Lok at PT Kereta Api (Persero). * Study Review and rearrange of Strategic Challenge and Strategic Objective (Malcolm Baldridge) Divisi Regional III PT Telkom Indonesia. * Team for standardization study of locomotive in Indonesia. * Design and implementation of Balanced Scorecard at PT. POS Indonesia, PT.INTI, Departemen Keuangan Republik Indonesia, PT Tiki JNE * Developing information system procurement plan list at PT. Telkom * Measuring officer satisfaction index and organization at PT Pos Indonesia * Management information system of retail Plasa TELKOM * And many others



 


Date




  • 25 - 27 May 2011 ,              08.30 – 16.30

  • 13- 16 June 2011 ,              08.30 – 16.30


 


 


Venue
Grand Seriti Hotel Bandung / Banana Inn Hotel and Spa Bandung


 


Investment :


May :

  • Rp 3.150.000,- /Person

  • Early Bird : Rp 2.950.000,- (Paid 4 days Before 25 May2011)

  • Group Price : Rp 8.400.000,- (3 participants from the same company)


June :

  • Rp 3.150.000,- /Person

  • Early Bird : Rp 2.950.000,- (Paid 4 days Before 13 June 2011)

  • Group Price : Rp 8.400.000,- (3 participants from the same company)


 


Sabtu, 05 Juni 2010

Engineering Economy for Investment and Decision Making

Engineering Economy for Investment and Decision Making


Grand Seriti Hotel, Bandung | 12 - 14 Juli, 2010 | Rp. 5.250.000,-


 



INTRODUCTION


For operational purposes, there are some alternatives for technical designs that can be developed. After technical analysis has been conducted for the available alternatives then the economic analysis will take a turn to find the most economical one.


Since a technical design will have significant cost and expense in both investment and operational and it will be expected to last in a long period of time, it will be important to see every alternative from the concept of Time Value of Money in form of its Value Equivalent.



COURSE OBJECTIVES


After attending this course, participant will gain knowledge and understand:




  • The problems in investment decision making

  • Time value of money

  • Value equivalent (annual and now)

  • Economic viability analysis

  • Economic life

  • Investment decision making


COURSE OUTLINE


1. Introduction of Engineering Economy




  • Engineering Economy Definition

  • Problem of Investment Decision Making


2. Time Value of Money Concept




  • Time Value of Money Understanding

  • Value Equivalency Understanding

  • Abbreviation of Equivalency Calculation


3. Value Equivalency




  • Equivalency Uniform Annual Cash Flow

  • Present Value Equivalency (Present Worth)

  • Investment Decision Making based on Value Equivalency


4. Economical Feasibility Analysis




  • Net Present Value (NPV)

  • Internal Rate of Return (IRR)

  • Investment Decision Making based on NPV and IRR


5. Economic Life




  • Economic Life Policy

  • Investment Decision Making based on Economy Life


WHO SHOULD ATTEND


All managers and their assistants or staffs who involve in investment analyzing and decision making either directly or indirectly, such as:




  • Building plant, hotel, hospital, school/university, toll way, electric generation power plant (PLTA, PLTU, and PLTN), port, bus station, airport and so on.

  • Procurement/ installation in production/operation facilities such as: machining equipment, telephone communication centre, computer, vehicle (automobile, vessel, aircraft, train) and so on.


 


Instructor
Ir. Imam Istiyanto, MBA


Ir. Imam Istiyanto, MBA is graduated of the Industrial Engineering of Bandung Institute Technology Bandung and to increase his knowledge four years letter he earned his master degree of business administration, University of Wisconsin at Madison, Wisconsin USA.


For about 22 years, he had delivered various public trainings such as innovation Business, Finance for Non Financial Managers, and Training for Trainers, Engineering Economics, Planning, Programming and Budget­ing System, Maintenance and Material Management.


As consultant, he is active as leader of Management and Business Integration System (MBIS) Project Technical Audit, BPPT, Project Benefit Monitoring and Evaluation and as a specialist of information system management in BUMN.



Schedule

12 - 14 Juli, 2010
3 days

Venue

Grand Seriti Hotel, Bandung


Tuition Fee
Rp. 5.250.000,- per participant, excluding accommodation & tax.

 


Minggu, 15 Februari 2009

Lean Six Sigma for Improvement

Lean Six Sigma for Improvement


Bandung |  2-6 Maret 2009 | Rp 9.000.000,-


Bandung |  16-20 November 2009 | Rp 9.000.000,-


 



BACKGROUND


Aktivitas harian yang biasa KITA lakukan adalah bertujuan untuk menghasilkan output, baik berupa produk maupun jasa. Langkah demi langkah apa yang dilakukan merupakan kegiatan rutin yang tanpa kita sadari jarang KITA ukur efefktifitas maupun efisiensinya. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana KITA sebagai pelaksana kegiatan mampu mengukur pencapaian kinerja KITA secara efektif dan efisien. Dimana posisi KITA terhadap Sigma Level? Tahukan bahwa efektivitas dan efisiensi KITA masih dapat ditingkatkan? Bagaimana cara mengetahui, mengukur, menganalisis, meningkatkan kinerja, dan memantau pencapaian hasil KITA? Apabila KITA ingin mengembangkan karir menjadi lebih baik lagi?


Untuk menjawab pertanyaan diatas, maka KITA harus mengetahui cara praktis untuk menjadi yang terbaik. Lean Six Sigma adalah model bisnis yang telah terbukti dapat meningkatkan kinerja melalui pemahaman staff atau member tentang kebutuhan stakeholder dan proses bisnis.


Workshop Lean Six Sigma for staff & member bertujuan untuk menambah pemahaman staff & member tentang bagaimana untuk meningkatkan kinerja diri dan tim kerja. Para peserta akan membahas pencapaian kinerja diri dan tim kerja serta dampaknya terhadap keberhasilan perusahaan. Memahami langkah demi langkah bagaimana merancang dan mengembangkan kemampuan diri untuk meningkatkan knowledge dan skill sehingga menjadi staff & member yang memberikan nilai tambah bagi diri, tim kerja, maupun perusahaan.


 



TRAINING BENEFIT



  • Mampu mengukur pencapaian diri dan tim kerja

  • Memahami dan mampu melaksanakan tahapan Lean Six Sigma dan tool yang digunakan dalam kegiatan harian untuk menjadi yang terbaik


 



GARIS BESAR PROGRAM



  • Konsep Lean Six Sigma, apa dan mengapa ?

  • Mengukur keberhasilan diri dan tim kerja

  • Langkah-langkah Lean Six Sigma dan tool yang diperlukan dalam peningkatan kualitas diri dan tim kerja

  • Peran diri dalam mencapai keberhasilan

  • The real Case-study - peserta harus mempersiapkan tantangan yang dihadapi ditempat kerja masing-masing. Program ini harus diselesaikan pada langkah bimbingan untuk mencapai hasil yang diharapkan.


 



TRAINING METHODS


Karyawan pelaksana utama untuk melakukan peningkatan kinerja atau pelaksana kagiatan rutin dari seluruh aktivitas, dan setiap orang yang berkeinginan mengembangkan diri / karirnya.


 



LAMA PELATIHAN


35 jam efektif ( 5 hari kerja )


 


TRAINER (Biodata Trainer menyusul)


Mudzakkir H. Basri


 



WAKTU



  • 2-6 Maret 2009

  • 16-20 November 2009